KISAH LAMA
Malam ini agak sedikit mendung dari malam kemarin. Iya walaupun entah mendung yang seperti apa yang aku maksud. Langit kebetulan juga gelap, hati juga risau, jadi aku simpulkan malam ini cukup mendung. Suasana mendung yang selalu ditemani antara akan hujan dan tidak. Antara A dan B. Antara iya dan tidak. Antara dingin dan panas. Antara takut dan berharap. Tidak pasti.
Hal ini mengingatkan perasaan lama yang sudah sangat terlewat begitu lama. Masa-masa pengenalan aku harus menggandeng waktu tanpa bersamanya. Yang sebelumnya aku sudah dilenakan oleh cinta kepada diriku yang menyukai semua tentangnya. Sehingga secara tidak sadar aku memupuk lembut cinta tersebut sampai pada titik aku mencintai dia yang membuat aku mencintai diriku.
Cinta yang benar-benar cinta. Cinta yang bukan sekedar rasa ingin disapa di pagi buta dan dinina bobokan oleh ucapan romantis sebelum tidur. Cinta yang tidak hanya terbatas pada keinginan selalu bersama. Cinta yang tidak hanya terfokus pada ucapan 'aku akan selalu ada'. Menurutku itu terlalu sempit. Karena cinta lebih dari keinginan pertama. Tapi suport di kehidupan nyata. Juga sangat luas dari yang kedua. Dia mencakup semua rasa. Bahkan perpisahan pun bisa dikarenakan cinta. Lebih tidak masuk akal di keinginan ketiga. Menurutku cinta tak bisa menjadi beban yang harus dipikul oleh yang merasa. Jelas! Keharusan selalu ada kapanpun akan mengganggu jalan harinya.
Semua ini aku rasakan ketika bersamanya. Cinta yang selalu mendukung jalanku. Cinta yang tak terbatas bentuk. Cinta yang tak membebaniku setiap waktu. Aku mencintainya. Bahkan walaupun cinta itu memilihkanku dengan jalan tidak memilikinya? aku akan melakukannya. Karena aku mencintai dia dengan bentuk yang bebas.
Namun, semua itu harus aku letakkan pada loker besar yang menampung semua masa lalu. Kamu tidak perlu tahu kenapa. Kamu tidak harus menjadi paham akan alasanku. Ini hanya antara aku, dirinya, dan Tuhanku.
Satu hal yang sangat aku sesali bahkan ingin sekali kuulangi adalah mengapa harus secepat itu. Banyak yang harus aku katakan kepadanya. Banyak yang ingin aku genggam sejenak bersamanya. Begitulah. Bahkan hal-hal itu masih mengiringi semua lagu yang aku putar setiap pagi sampai saat ini. Masih menemani tangan dalam mengisi halaman-halaman yang kosong di buku ku sama seperti sekarang. Semuanya menyatu menjadi harapan yang entah kapan bisa aku dapatkan.
Mungkin suatu saat, dirinya akan membaca tulisan-tulisanku. Jadi aku perlu memberitahunya bukan? Iya. "Aku sangat ingin menemui dirimu yang enggan kutemui. Aku sangat ingin menggenggam tanganmu yang pasti engkau jauhkan dariku. Aku sangat ingin mengatakan semuanya kepadamu yang pasti mengabaikanku. Sebanyak perasaanku. Sekeras cintaku."
Komentar
Posting Komentar