OBROLAN BENDA MATI : KEMEJA, JAM, CELANA, DAN PERASAAN.
Hujan turun deras pagi ini. Membuat semua mahkluk bumi meneduh dan memandangi langit terus menerus. Aku memberhentikan kendaraanku di bahu jalan. Berkumpul dengan semua makhluk itu.
"Kapan hujan pulang?" Ujar jam tangan kesayanganku.
"Apakah kita akan terlambat?" Kemeja favoritku ikut penasaran.
"Apakah dia akan marah?" Celana ternyamanku mengusir diamku.
"Siapa?" Ujarku.
"Perempuan yang memberimu kami semua?"
"Dia sudah tidak ada"
"Kemana?"
"Mungkin ke kebahagiaannya"
"Kenapa kamu tidak ikut?"
"Kalian pasti tahu sebabnya."
"Dia tidak mengajak kami bersamanya."
"Apakah kalian ingin bersamanya?"
"Tidak."
"Ya sudah. Jangan bicarakan tentang itu."
"Mengapa begitu?" Jam tanganku masih penasaran. Aku menghembuskan nafasku pelan. Melepas jam tanganku, mengambil ponsel dari sakuku, memasukkannya ke dalam tas. Menyiapkan kunci motor dan melanjutkan perjalanan dengan hujan.
"Kalian semua membuatku ingin menangis, bukankah tidak mengapa? Aku ingin menikmati kenangannya dengan baik. Kalian tidak perlu mempertanyakan mengapa dia tidak bersama kita lagi."
Yang tersisa hanya : kuyup, dingin, dan tangis.
Komentar
Posting Komentar