JANGAN DILANJUTKAN!

Tidak ada puisi malam ini. Jikalau dirimu meneruskan membaca ini sampai bawah, tidak bisa aku pastikan hal itu akan bermanfaat buatmu. 

Aku hanya ingin menceritakan tentang Dunia mayaku. Alias sosial media yang aku jajaki malam ini. Aku nikmati malam ini. Aku susuri malam ini. Dari mulai siaran langsung sampai dengan jumlah suka pada postingan mereka. Bukan aku. Karena aku disini ingin menceritakan tentang mereka. Khususnya di dunia maya. 

Ada yang sibuk membagikan kenangan-kenangan satu sampai dengan empat tahun ke belakang. Aku hargai. Walaupun aku termasuk manusia yang enggan membuka halaman-halaman lama. Aku masih yakin, bahwa masa lalu hanya hidup dalam buku. Bukan dalam diriku. Namun, cara bagaimana manusia menghargai masa lalu memang berbeda-beda. Jikalau aku sebutkan satu-satu, pasti akan membuat kamu bosan. Padahal sudah syukur kamu bisa sampai pada paragraf ini, aku tidak perlu membuang-buang waktumu. Semua itu aku bisa simpulkan dalam 2 jenis: 
1. Manusia yang hidup dalam masa lalu. Atau 
2. Manusia yang hidup setelah masa lalu. 

Setelah 1-2 swipe aku berselancar, mataku menemukan sebuah postingan tentang perasaan: Suka-Duka, Sedih-Bahagia, dan Tangis-tawa. 
Aku mencari kemungkinan di kepalaku. Apakah mereka sedang memotivasi manusia-manusia patah hati? Patah semangat? Putus asa? Berteman sedih? Bergandeng semu? Atau mereka hanya berusaha mengatakan mereka baik-baik saja? Di kala mereka patah hati? Patah semangat? Putus asa? Berteman sedih? Bergandeng semu? 

Aku tidak mau berlama-lama dengan perasaan dan prasangka itu. Aku beranjak dari semua itu. 

Sebelumnya, aku tidak pernah suka dengan berlama-lama pada sosial media. 


Aku tidak tau kapan tulisan ini selesai 🤣

Komentar

Postingan Populer