BULAN
Bulan agak sedikit mulai menampakan wajahnya.
Setelah seharian penuh langit hanya diisi oleh gelap mendung dan basah gerimis yang melanggeng sejak fajar datang.
"Apa aku datang terlambat?" Ujarnya.
Aku ingin sekali mengatakan 'Iya. Kau terlambat. Untuk apa kau datang setelah kami sejak pagi bergelut dengan rasa cemas, takut, khawatir, dan gundah?' Namun semua hanya berhenti di loker-loker keluhku.
"Tidak. Kamu datang tepat sekali. Menghibur kami yang sejak pagi tak ditemani matahari." Jawabku.
"Baguslah. Selamat malam"
Ucap bulan sambil ia membenarkan posisinya.
Komentar
Posting Komentar