KAMU
Untuk kamu.
Perempuanku yang mencintai musik-musik Fiersa Bersari. Namun, hanya beberapa lagu. Perempuanku yang begitu menyukai warna pink. Seperti kebanyakan perempuan lain. Perempuanku yang memilih berdiam diri menonton drama korea berjam-jam sebagai hobi menyenangkannya. Sampai aku pun diabaikannya. Haha. Perempuanku yang selalu mengabaikanku ketika menemui anak-anak kecil. 'Mereka lucu' ujarmu. Bukankah aku lucu? Haha. Perempuanku yang belakangan ini sering mengajarkan aku berbahasa sunda. Target sebelum aku menjemputmu, aku sudah fasih berbahasa asing lokal itu. Perempuanku yang tidak pernah lupa memberi perhatiannya kepadaku. Bangun tidur sampai dengan tidur lagi. Perempuanku yang rajin memintaku untuk tidur tepat waktu. Namun, aku hanyalah aku. Yang suka larut untuk mensifati tidurku.
Untuk kamu.
Perempuan manisku yang aku selalu banggakan. Bila ada kesempatan aku mempresentasikanmu di depan semua manusia, maka akan aku lakukan. Perempuan menggemaskan kepunyaan diriku. Yang apabila tertawa lepas selalu menggelikan. Aku selalu rindu itu. Perempuan cantikku se-alam raya. Apakah aku bohong? Bohong itu di semua agama selalu dinilai dengan dosa. Aku tidak mau menjadi hamba pendosa. Perempuan yang paling aku mau. Apapun itu. Aku selalu mau ada kamu. Perempuan paling menyebalkan. Karena seringkali mengabaikan pesanku. Namun, aku percaya. Itu kode dari dirimu untuk aku meneleponmu, bukan? Haha. Perempuanku yang memberi aku jenis kebahagiaan yang berbeda. Lebih jelas. Lebih mengena. Lebih membekas. Selalu teringat. Bahkan aku tidur pun, aku selalu tersenyum mengingat kebahagiaan ku dengan dirimu.
Iya. Itu kamu. Semua itu kamu.
Ini untuk kamu. Apa pesanku? Tidak ada. Lalu? Aku hanya ingin membanggakanmu kepada seluruh apapun itu. Terus? Ini kesempatanku. Kesempatan apa? Menenangkan rindu.
Komentar
Posting Komentar