KITA - KINI

Boleh dibilang aku sangat mencintai dirimu. Bagus juga ketika aku berperan sebagai orang yang sangat menyayangi dirimu. Mungkin ketika ada kejuaraan 'Manusia-manusia yang paling menyayangimu', aku pastilah pemenangnya. Bukan aku sombong. Aku hanya berkata apa adanya. Bahwa aku mencintai dirimu dengan sangat. Juga menyayangimu begitu dalam.

Namun, kini kita harus menjalani hari dengan pola masing-masing. Pola yang diambil dari keputusan diri kita sendiri. Jalur yang berbeda dari kata 'kita'. Alur yang akan kita buat sendiri. Jalan penuh rindu. Yang hal ini sering aku sebut: Kita berpisah.

Iya. Kita berpisah. 
Iya. Kita terpisah.
Iya. Bukan hanya jarak.
Iya. Tapi perjalanan. 
Iya. Kita berpisah.

Aku harap kita tidak lagi mempermasalahkan siapa dan kenapa kita harus memilih jalan penuh rindu ini. Tidak ada manusia yang siap merasakan kehilangan. Sebaik apapun kita menutupnya. Seindah apapun kita berpamitan. Sesempurna apapun kita saling menenangkan. Aku berharap supaya kita bisa menjalani hari-hari kita dengan baik dan menyenangkan. 

'Semoga kita bertemu di tujuan yang sama'. Ucapmu.

'Semoga aku tidak kering, dipeluk rindu'. Doaku dalam diam. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer