Day - 10 : Without You
Ada yang seharusnya aku lakukan hari ini. Tapi entah mengapa aku sama sekali tidak ingin melakukan hal itu. Kamu teu bagaimana perasaan itu? Seperti halnya seorang laki-laki buta yang ingin melihat dunia, namun ia mendengar bahwa dunia tidak begitu baik untuk dilihat olehnya. Padahal tidak semua dunia seperti itu. Tapi sebab ketakutan akan apa yang dia dengar, dia memilih untuk tetap buta.
Prasangka demi prasangka. Ketakutan demi ketakutan. Kekhawatiran demi kekhawatiran. Merajalela di selah-selah pembuluh nadi yang kemarin banyak pernah terisi rasa bahagia dan suka. Seharusnya tetap seperti itu. Tapi mereka memaksa masuk dari segala arah. Sehingga terciptalah seperti sekarang. Manusia Penakut penuh rasa Khawatir yang berdiri di ambang prasangka tanpa ujung.
Apa yang diharapkan dari manusia seperti-ku ini? Apa lagi kalau bukan pelarian yang menenangkan. Diriku seperti lepas kendali, mencari-cari tanpa henti. Berjalan tanpa ada tujuan, berlari tanpa memikirkan pemberhentian.
Ah, aku harap di depan sana ada ujung. Apa sajalah. Yang terpenting aku bisa berhenti. Entah harus penuh luka ataupun sia-sia. Aku hanya ingin berhenti. Bagaimana caranya.
Komentar
Posting Komentar