DAY - 11 : Without You. Start to Meet You.
Hari ini, aku mencoba untuk menghubungimu lagi. Mengajak dirimu untuk berbincang-bincang denganku. Sejak bangun dari lelahnya mata semalam, aku membuka room chat yang biasa kita pakai untuk mengobati rindu, luka, dan duka.
Aku terlalu rindu. Aku sedang terluka. Aku lelah berduka. Aku butuh kamu. Aku mau kamu. Aku ingin kamu pulang. Aku kalah. Aku lalah sekalah-kalahnya orang kalah.
Aku meminta semua kabar tentangmu. Apapun itu. Baik atau buruk. Suka atau duka. Senyum atau luka. Sambil aku meyakinkan bahwa apapun nanti, itu adalah yang terbaik.
Satu pesan dua pesan. Tidak dirimu balas. Sampai akhir sebelum tidur, kebiasaan lamaku muncul. Cerewet sebelum tidur. Tapi bukan tentang cinta dan sayang. Namun meminta sebuah kabar. Lagi. Karena aku hanya membutuhkan itu untuk melanjutkan nafas sesak ini.
Mungkin besok dirimu sudah mempunyai kata-kata yang baik. Sehingga aku bisa memilih apapun itu.
Ayolah. Sekali saja kau ucap, aku pasti mengerti. Oh iya, aku tidak perlu alasan sekarang. Apapun, akan aku terima mentah-mentah tanpa aku bantah.
Komentar
Posting Komentar