PESAN KHUSUS UNTUKMU.
Hai, Cantik. Perempuan yang memilih warna pink sebagai warna favoritnya. Iya, kamu yang sangat sangat menyukai serial drama korea. Yang aku tidak habis pikir, kamu bisa menonton lebih dari 1 judul dalam 1 waktu. Bagaimana kabarmu? Baik tentunya. Itu yang kamu janjikan waktu itu. Bahwa kamu akan baik-baik saja, meskipun membutuhkan waktu.
Selamat menjalankan aktifitas, kamu. Si penyuka Chimori tapi tidak suka keju. Eh? Atau aku yang salah? Chimori memang ada kejunya? Eh? Haha. Pada akhirnya kamu masih tidak suka dengan keju. Sakit perut katamu. Hindari itu ya. Kamu tetap harus menghindari hal-hal tidak menyamankan seperti itu.
Hai lagi, Cantik. Aku tidak tau. Menyapamu begitu menyenangkan untukku. Sampai-sampai aku memiliki berbagai macam nama panggilan untukmu. Hihi, maafkan aku. Nanti kita makan makanan pedas untuk permohonan maafku. Oh iya. Kamu begitu mencintai makanan pedas. Tapi sayangnya terhalang restu orang-orang yang menyayangimu. Hihi. Bagaimama tidak, ketika dirimu bertemu sambal, seketika lupa rasa sakit yang pernah disebabkannya sebelum-sebelum itu. Wah, jaga diri bapa bilang. Jauhi hal-hal tidak mengenakan kataku.
Bagaimana harimu? Tidak ada yang membuat kamu marah? Atau membuat kamu kesal? Apakah ada yang membuat kamu tidak nyaman? Semoga tidak ya. Kamu tidak menyukai semua hal itu. Kamu hanya suka padaku. Haha. Semoga ada malaikat-malaikat kecil yang bisa membuat kamu bahagia dan gembira. Seperti biasa, kamu begitu mencintai anak-anak kecil. Sampai lupa aku juga butuh cinta itu. 'Kamu cemburu pada mereka?' Tanyamu sambil tertawa. Aku terbahak. Tentu tidak. Aku percaya kamu mencintaiku seutuhnya. Haha, percaya diri sekali. Oh iya. Kamu juga memiliki pekerjaan abadi. Yaitu Tim Dokumentasi Anak-anak. Haha, kamu suka sekali. Lucu katamu.
Nah, itu. Kamu begitu menyukai hal-hal lucu. Sekecil apapun. Aku sangat menyukaimu ketika tertawa. Ditambah suara sesenggukan kecil khas punyamu. Wah, kebahagiaanmu kebahagiaanku. Kata orang begitu. Tapi memang benar sih, hehe.
Cantik? Begitu akhir-akhir ini aku memanggilmu.
Bagaimana? Apakah waktu sendirimu sudah selesai? Beberapa waktu lalu kamu meminta untuk dibiarkan sendiri. Memang tidak sepenuhnya sendiri. Kamu masih mengizinkan aku untuk menghubungimu. Meskipun setelah itu kamu menjawab pesanku sebatas singkat saja. Menyedihkan sekali buatku. Sebab itu, aku banyak memikirkan hal-hal tidak menyenangkan di kepalaku. Aku tidak begitu kuat. Lalu aku putuskan untuk tidak terlalu banyak mengharapkan pesan balasanmu. Aku menyibukkan diri dengan hal-hal yang aku tidak terbiasa melakukannya. Mungkin itu yang terbaik. Sampai dengan kamu bisa memberikan kalimat-kalimat yang perlu aku dengar. Apakah sudah? Aku terlalu mudah berperasaan sekarang. Maafkan aku.
Perempuanku? Yang sangat-sangat rajin mengingatkan aku untuk mengatur pola keuanganku. Yang antusias memarahiku ketika aku berlaku boros uang. Bahkan dirimu bisa marah apabila aku berlebihan membelikanmu sesuatu. 'Berapa harganya? Mahal ya' tidak lupa kata 'ih' di belakang ucapanmu sebab kamu kesal.
Jangan pernah berpikir aku meninggalkanmu ya. Aku tidak sama sekali memiliki keinginan meninggalkanmu. Aku hanya terpikir bahwa aku ternyata membutuhkan waktu sendiri juga. Aku terlalu egois akan keinginanku sebelumnya. Sampai aku lupa keinginanku yang sebenarnya. Bahwa aku masih ingin merasakan hal-hal nyaman. Bukan hal-hal yang kadang menyedihkan. Kamu tau itu. Semua hal tidak nyaman itu tidak enak.
Aku masih disini. Masih menunggu pesanmu yang benar dan baik. Aku mempersilahkanmu berpikir sendiri. Aku memberikan kamu untuk menyendiri tanpa repot mengurusiku. Oleh karena itu, aku harap kamu juga mempersilahkan aku seperti itu. Namun, menyendiriku akan selesai apabila kamu lulus dari menyendirimu dan memberiku kabar. Apapun. Baik dan buruk. Aku selalu menunggu itu. Karena aku masih menginginkanmu. Sepenuhnya. Sampai kapanpun.
Kamu tau hal yang merubah keinginanku itu bukan? Iya. Aku akan merubah keinginan memilikimu, ketika kamu memutuskan untuk tidak menginginkan diriku lagi.
Sebelum itu, hal yang perlu kamu tau ketika kamu meutuskan untuk masih menginginkan diriku, sebenarnya sudah sering aku katakan padamu. Bahwa walaupun aku tidak bersamamu saat ini, aku pasti akan mencari jalan untuk memilikimu. Apapun. Sampai dengan waktu yang tepat aku memilikimu. Itu yang bisa aku pastikan. Walaupun tanpa harus bersamamu melewati jalan itu.
Aku tau, betapa beratnya nanti ketika kamu harus memutuskan itu sendiri. Aku sangat ingin membantumu sebenarnya. Tapi apa yang bisa aku bantu? Ketika aku membantumu, tujuanku itu cuma satu. Kamu harus tetap bersamaku. Titik. Kamu tidak suka dipaksa bukan? Maafkan aku. Keinginanmu masih hanya disitu. Karena tadi, tidak sedikit pun di hatiku muncul keinginan meninggalkanmu. Nanti aku berlaku egois. Dan itu sangat tidak kamu sukai.
Kamu merasa berat? Aku juga merasa berat. Berat sekali. Sampai aku tidak bisa bernafas di siang hari. Perasaanmu perasaanku. Kamu pernah dengar kalimat itu? Iya karena aku sudah pernah mengatakan itu sebelumnya.
Jadi, aku menunggumu. Sampai kapanpun. Keputusanmu akan memberikan aku rencana baru. Apapun itu. Maka dari itu, ketika kamu sudah selesai dengan sendirimu, kabari aku. Masih dengan nomor dan kelas yang sama. Aku selalu siap.
Hanya saja ketika kamu belum memiliki keputusan apapun. Aku harap kamu tidak membalas pesan-pesanku apapun itu. Dan persilahkan aku juga untuk memiliki waktu sendiri. Mungkin ini yang namanya saling mengintropeksi diri.
Oh iya. Jangan lupa. Berikan aku alasan kuat juga, nanti ketika kamu memutuskan semuanya. Kamu tau kan, aku kadang jadi orang yang kekeh ketika aku menginginkan sesuatu. Jadi berikan aku alasan yang kuat. Hehe. Maafkan aku.
Karena aku berpikir. Ini begitu menyebalkan. Aku harus segera menyelesaikannya apapun nanti hasilnya. Maafkan aku ya. Aku terlalu sedih sekarang.
Baiklah, Cantik aku. Jangan lupa makan. Apakah kamu sudah mulai sholat? Apabila sudah jangan lupa sholatnya.
Aku disini.
Menunggu kamu.
Tapi tenang. Jangan terburu-buru.
Maafkan aku.
Kamu pasti tau? Aku selalu mencintaimu dan menyayangimu. Dalam bentuk apapun. Bahkan ketika aku harus berpisah denganmu, itu adalah tandaku cinta san sayang milikku padamu.
Salam sayang dan cinta.
Teman bukan Sekedar Temanmu ♥️
Komentar
Posting Komentar